

Guru Ngaji, memiliki peranan penting dalam perkembangan umat Islam di dunia. Tanpa kehadirannya, mungkin anak-anak, remaja, bahkan hingga dewasa dan lansia tersesat di kehidupan yang penuh maksiat. Tidak bisa membaca huruf Al-Qur'an apalagi memahami maknanya.
Tapi, seringkali peran guru ngaji tidak dihargai atas jasa dan perjuangannya karena dianggap remeh oleh sebagian masyarakat.
Sebagaimana salah satu cerita dari Ketua TPQ Mushola Miftahul Jannah, Ibu Djamilah, beliau mengatakan guru ngaji selalu mendidik, mengajarkan, dan menyampaikan dengan tulus hati.
Selama berpuluh tahun menjadi Guru Ngaji, Ibu Djamilah tidak pernah pamrih meminta uang jasa ke muridnya. Ia menganggap, muridnya tersebut sudah seperti anak kandungnya sendiri. Wanita berusia 70 tahun ini selalu sabar, tulus, dan tak kenal lelah untuk mengajarkan ngaji kepada anak-anak meskipun kondisi perekonomian yang terbatas.
Di TPQ Musholla Miftahul Jannah, Ibu Djamilah menyebut setidaknya ada 50 anak-anak yang mengikuti pengajian bersamanya. Mulai dari usia balita hingga remaja Ibu Djamilah bersama tiga rekan guru ngaji lainnya yaitu Ibu Tati, Ibu Muthmainnah, dan Ibu Siti Husna biasanya membuka pengajian ba’da Ashar hingga menjelang waktu berbuka.

“Nama saya Djamilah, usia saya 70 tahun. Saya sudah mengajar ngaji cukup lama, mungkin sekitar puluhan tahun. Alhamdulillah selama mengajar saya senang, dan seperti sudah hobi. Meskipun terdapat kendala seperti ekonomi, dan operasional namun saya tak pernah gentar. Hari ini, saya mendapatkan santunan dari Zakat Sukses. Mewakili TPQ Miftahul Jannah, saya Djamilah mengucapkan terima kasih kepada Zakat Sukses atas santunannya. Semoga berkah dan lancar selalu segala usaha kebaikannya,” tuturnya.

Sahabat, jangan biarkan guru-guru ngaji berjuang sendirian. Mari berikan apresiasi atas pengorbanan dan perjuangan mereka dengan memberikan kado terindah di bulan Ramadhan tahun ini. Melalui program "Peduli Guru Mengaji", Zakat Sukses berkomitmen untuk membantu kesejahteraan guru mengaji beserta fasilitas pembelajaran mereka.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik